Selamat datang, para pejuang skripsi manajemen keuangan! Saya tahu, mencari judul skripsi itu seringkali menjadi bagian paling menantang dari perjalanan akademismu. Terlebih lagi, ketika dosen pembimbing menyarankan "dua variabel saja biar fokus," rasanya seperti mencari jarum di tumpukan jerami yang luasnya samudra. Anda mungkin merasa terjebak, bingung harus mulai dari mana, atau bahkan mulai berpikir, "Apakah ide saya cukup orisinal?" Jangan khawatir, Anda tidak sendiri.
Dalam dunia manajemen keuangan yang begitu dinamis, menemukan hubungan kausal atau korelasional yang kuat antara dua variabel memang membutuhkan ketajaman analisis dan pemahaman mendalam. Namun, justru di situlah letak keindahan dan potensinya. Sebuah skripsi dengan dua variabel yang tepat, meskipun terlihat sederhana, dapat memberikan kontribusi signifikan jika dieksplorasi secara mendalam. Artikel ini hadir untuk menjadi kompas Anda, membimbing Anda melewati labirin ide dan memberikan lebih dari 50 contoh judul skripsi manajemen keuangan dua variabel yang terbaru, relevan, dan terpenting, mudah untuk dikembangkan. Mari kita selami bersama!
Mengapa Judul Skripsi Dua Variabel Begitu Menantang?
Pertanyaan ini sering muncul di benak mahasiswa. Sekilas, dua variabel terdengar lebih mudah daripada tiga atau empat. Namun, kenyataannya bisa sangat berbeda. Ada beberapa alasan fundamental mengapa mencari judul skripsi dua variabel dalam manajemen keuangan bisa terasa begitu sulit:

- Tuntutan Orisinalitas yang Tinggi: Dengan hanya dua variabel, cakupan penelitian menjadi sangat spesifik. Ini berarti Anda harus menemukan kombinasi yang belum banyak dieksplorasi, atau jika sudah, Anda harus menawarkan perspektif baru atau data yang lebih segar.
- Keterbatasan Ruang Lingkup Penjelasan: Dalam manajemen keuangan, banyak fenomena yang bersifat multikausal. Membatasi hanya pada dua variabel berarti Anda harus sangat berhati-hati dalam merumuskan hipotesis dan menjelaskan hubungan yang ada tanpa mengabaikan faktor-faktor lain yang mungkin memengaruhi, meskipun tidak menjadi fokus utama penelitian Anda.
- Ketersediaan Data yang Spesifik: Tidak semua variabel memiliki data yang mudah diakses atau cukup untuk diolah secara statistik. Kadang, kombinasi dua variabel yang menarik secara teoretis justru sulit diimplementasikan karena kendala data.
- Membutuhkan Landasan Teori yang Kuat: Dengan sedikit variabel, setiap variabel harus memiliki pijakan teori yang sangat kokoh mengapa ia berhubungan dengan variabel lainnya. Tidak bisa sekadar "mencoba-coba" dua variabel yang terlihat menarik tanpa justifikasi ilmiah.
Sebagai seorang yang pernah melewati fase ini, saya bisa katakan bahwa tantangan ini adalah bagian dari proses pendewasaan akademis. Ini memaksa kita untuk berpikir lebih kritis, lebih analitis, dan lebih terarah dalam penelitian.
Fondasi Kuat: Memahami Variabel dalam Manajemen Keuangan
Sebelum kita melangkah lebih jauh ke contoh-contoh judul, sangat penting bagi Anda untuk memiliki pemahaman yang solid tentang apa itu variabel dalam konteks manajemen keuangan. Ini adalah fondasi utama yang akan membantu Anda menyaring dan memilih judul yang tepat.
Secara sederhana, variabel adalah atribut, sifat, atau nilai dari individu, objek, atau fenomena yang menjadi pusat perhatian dalam penelitian. Dalam penelitian dua variabel, kita biasanya mengenal:
- Variabel Independen (Variabel Bebas/X): Ini adalah variabel yang dianggap sebagai penyebab atau yang memengaruhi perubahan pada variabel lain. Dalam konteks keuangan, ini bisa berupa rasio keuangan tertentu, kebijakan perusahaan, atau kondisi ekonomi makro.
- Variabel Dependen (Variabel Terikat/Y): Ini adalah variabel yang dianggap sebagai akibat atau yang dipengaruhi oleh variabel independen. Dalam manajemen keuangan, variabel dependen yang sering diteliti adalah kinerja keuangan perusahaan (profitabilitas, nilai perusahaan), harga saham, return investasi, atau tingkat utang.
Penting untuk diingat bahwa hubungan antara X dan Y harus memiliki dasar teori yang kuat. Misalnya, apakah rasio utang memengaruhi profitabilitas? Secara teori, utang yang efisien bisa meningkatkan profitabilitas, tetapi utang berlebih bisa membebani. Ini adalah contoh bagaimana dua variabel bisa saling terkait dan memiliki justifikasi teoritis.
Beberapa jenis variabel umum yang sering digunakan dalam manajemen keuangan meliputi:
- Rasio Keuangan: Likuiditas (Current Ratio, Quick Ratio), Solvabilitas (Debt to Equity Ratio, Debt to Asset Ratio), Profitabilitas (Net Profit Margin, Return on Asset, Return on Equity), Aktivitas (Inventory Turnover, Receivable Turnover), dll.
- Variabel Pasar: Harga saham, volume perdagangan saham, kapitalisasi pasar, return saham, volatilitas saham.
- Variabel Makroekonomi: Inflasi, suku bunga, nilai tukar mata uang, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB).
- Variabel Tata Kelola Perusahaan: Kepemilikan manajerial/institusional, ukuran dewan komisaris, independensi dewan komisaris, komisaris independen.
- Variabel Lainnya: Kebijakan dividen, struktur modal, manajemen modal kerja, inovasi keuangan (Fintech), keberlanjutan (ESG).
Memahami karakteristik masing-masing variabel ini akan membuka wawasan Anda tentang potensi kombinasi yang bisa diangkat menjadi judul skripsi.
Kiat Jitu Menemukan Ide Judul Skripsi Dua Variabel yang Berbobot
Menemukan ide yang pas memang butuh trik. Berikut adalah beberapa kiat yang bisa Anda terapkan untuk menemukan kombinasi dua variabel yang tidak hanya menarik tetapi juga layak untuk diteliti:
- Mulai dari Fenomena atau Isu Terkini: Dunia keuangan terus bergerak. Amati fenomena yang sedang hangat, seperti dampak pandemi terhadap kinerja perusahaan, tren ESG (Environmental, Social, Governance) dalam investasi, adopsi teknologi finansial (Fintech), atau perubahan regulasi yang signifikan. Misalnya, "Bagaimana adopsi teknologi blockchain memengaruhi efisiensi operasional bank?" Ini adalah kombinasi variabel yang relevan dengan perkembangan zaman.
- Identifikasi Gap Penelitian (Research Gap): Bacalah artikel jurnal dan skripsi-skripsi terdahulu. Perhatikan bagian "Saran Penelitian Selanjutnya" atau "Keterbatasan Penelitian." Seringkali, penulis sebelumnya menyarankan untuk meneliti variabel X terhadap Y pada sektor atau periode waktu yang berbeda, atau dengan pendekatan yang sedikit dimodifikasi. Ini adalah tambang emas untuk ide judul.
- Pemanfaatan Data Sekunder yang Melimpah: Data keuangan sekunder sangat banyak tersedia. Bursa Efek Indonesia (BEI), laporan keuangan perusahaan, data dari Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS) – semuanya bisa menjadi sumber data Anda. Pikirkan, data apa yang paling mudah Anda akses dan paling relevan dengan minat Anda? Misalnya, "Dampak Suku Bunga Acuan Bank Indonesia terhadap Return Saham Sektor Perbankan."
- Kombinasi Variabel Tak Terduga (Namun Logis): Terkadang, ide terbaik muncul dari kombinasi yang tidak lazim namun memiliki landasan teori. Contohnya, "Pengaruh Sentimen Media Sosial terhadap Volume Perdagangan Saham." Ini menggabungkan elemen psikologi dan pasar modal, yang menarik untuk dieksplorasi.
- Diskusi dengan Dosen Pembimbing dan Alumni: Jangan ragu untuk berdiskusi. Dosen pembimbing Anda memiliki pengalaman dan wawasan luas tentang tren penelitian dan topik yang relevan. Alumni yang baru lulus juga bisa memberikan pandangan praktis tentang tantangan dan kemudahan dalam penelitian mereka. Mereka bisa memberikan inspirasi atau saran tentang variabel yang "mudah" diukur atau model yang "terbukti" berhasil.
Kunci utama adalah keberanian untuk bereksperimen dengan ide dan kemampuan untuk menghubungkan dua variabel dengan argumen yang kuat.
Inspirasi Langsung: 50+ Contoh Judul Skripsi Manajemen Keuangan Dua Variabel yang Relevan & Mudah Diteliti
Berikut adalah kumpulan lebih dari 50 contoh judul skripsi dua variabel yang telah saya klasifikasikan berdasarkan fokus utama dalam manajemen keuangan. Judul-judul ini dirancang untuk memberikan inspirasi dan kemudahan dalam mencari data.
Kategori 1: Kinerja Keuangan & Rasio Perusahaan
Fokus pada bagaimana satu rasio atau aspek keuangan memengaruhi kinerja keseluruhan perusahaan.
- Pengaruh Likuiditas Terhadap Profitabilitas Perusahaan Manufaktur di BEI.
- Dampak Solvabilitas Terhadap Nilai Perusahaan Sektor Properti.
- Hubungan Efisiensi Modal Kerja dengan Profitabilitas Perusahaan Ritel.
- Pengaruh Ukuran Perusahaan Terhadap Kinerja Keuangan (ROA) Perusahaan Non-Keuangan.
- Analisis Pengaruh Struktur Modal Terhadap Return on Equity (ROE) Perusahaan BUMN.
- Dampak Perputaran Persediaan Terhadap Profitabilitas Perusahaan Sektor Makanan dan Minuman.
- Hubungan Kebijakan Dividen dengan Kinerja Keuangan Perusahaan Sektor Pertambangan.
- Pengaruh Leverage Keuangan Terhadap Kinerja Laba Perusahaan Sektor Transportasi.
Kategori 2: Pasar Modal & Investasi
Menjelajahi interaksi antara faktor-faktor tertentu dengan pergerakan harga saham, return, atau keputusan investasi.
- Pengaruh Inflasi Terhadap Harga Saham Sektor Konsumsi di BEI.
- Dampak Suku Bunga Acuan Terhadap Return Saham Perusahaan Perbankan.
- Hubungan Volatilitas Pasar Terhadap Keputusan Investasi Investor Individu.
- Pengaruh Pengumuman Dividen Terhadap Return Saham Perusahaan LQ45.
- Analisis Pengaruh Kurs Rupiah Terhadap Harga Saham Perusahaan Multinasional.
- Dampak Volume Perdagangan Terhadap Harga Saham Perusahaan Teknologi.
- Hubungan Sentimen Investor Terhadap Harga Saham Perusahaan Start-up yang IPO.
- Pengaruh Berita Makroekonomi Terhadap Return Saham Sektor Pertanian.
Kategori 3: Tata Kelola Perusahaan & Etika Bisnis
Melihat bagaimana praktik tata kelola atau etika memengaruhi kinerja atau aspek keuangan lainnya.
- Pengaruh Kepemilikan Manajerial Terhadap Kinerja Keuangan (ROA) Perusahaan Publik.
- Dampak Ukuran Dewan Komisaris Terhadap Profitabilitas Perusahaan Jasa.
- Hubungan Komite Audit Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Perusahaan Sektor Keuangan.
- Pengaruh Praktik Corporate Social Responsibility (CSR) Terhadap Nilai Perusahaan.
- Analisis Pengaruh Independensi Dewan Komisaris Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan.
- Dampak Pengungkapan Lingkungan Terhadap Reputasi Keuangan Perusahaan.
- Hubungan Tingkat Transparansi Informasi Terhadap Kepercayaan Investor.
Kategori 4: Manajemen Risiko & Derivatif Keuangan
Memfokuskan pada bagaimana manajemen risiko atau penggunaan instrumen derivatif berdampak pada stabilitas atau kinerja keuangan.
- Pengaruh Manajemen Risiko Kredit Terhadap Non-Performing Loan (NPL) Bank Umum.
- Dampak Penggunaan Derivatif Terhadap Volatilitas Laba Perusahaan Non-Keuangan.
- Hubungan Pengelolaan Risiko Operasional Terhadap Efisiensi Biaya Perusahaan Telekomunikasi.
- Pengaruh Diversifikasi Portofolio Terhadap Risiko Investasi Saham.
- Analisis Dampak Hedging Mata Uang Terhadap Stabilitas Keuangan Perusahaan Eksportir.
- Dampak Likuiditas Pasar Terhadap Pengelolaan Risiko Likuiditas Bank.
Kategori 5: Keuangan Internasional & Makroekonomi
Mengkaji bagaimana faktor-faktor ekonomi global atau lintas batas memengaruhi aspek keuangan di tingkat mikro atau makro.
- Pengaruh Tingkat Inflasi Terhadap Investasi Asing Langsung (FDI) di Indonesia.
- Dampak Nilai Tukar Rupiah Terhadap Kinerja Ekspor Perusahaan Manufaktur.
- Hubungan Kebijakan Moneter Terhadap Arus Modal Keluar/Masuk.
- Pengaruh Harga Minyak Dunia Terhadap Kinerja Saham Sektor Energi.
- Analisis Dampak Perdagangan Internasional Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Nasional.
- Dampak Krisis Ekonomi Global Terhadap Stabilitas Sistem Keuangan Nasional.
Kategori 6: Keuangan Perilaku (Behavioral Finance)
Menyelidiki bagaimana aspek psikologis memengaruhi keputusan keuangan atau hasil investasi.
- Pengaruh Overconfidence Bias Terhadap Keputusan Investasi Investor Muda.
- Dampak Herding Behavior Terhadap Volume Perdagangan Saham di Pasar Modal.
- Hubungan Self-Control Terhadap Perencanaan Keuangan Individu.
- Pengaruh Framing Efek Terhadap Pilihan Investasi Mahasiswa.
- Analisis Dampak Loss Aversion Terhadap Perilaku Menjual Saham.
Kategori 7: Digitalisasi & Teknologi Keuangan (Fintech)
Memusatkan perhatian pada pengaruh inovasi teknologi dalam industri keuangan.
- Pengaruh Adopsi Mobile Banking Terhadap Kepuasan Nasabah Bank.
- Dampak Penggunaan E-Wallet Terhadap Perilaku Konsumsi Generasi Milenial.
- Hubungan Inovasi Fintech Terhadap Inklusi Keuangan Masyarakat.
- Pengaruh Big Data Analytics Terhadap Efisiensi Operasional Bank.
- Analisis Dampak Platform Peer-to-Peer (P2P) Lending Terhadap Akses Kredit UMKM.
- Pengaruh Cybersecurity Investment Terhadap Kepercayaan Konsumen Fintech.
Kategori 8: Keuangan Syariah & Berkelanjutan (ESG)
Menggali aspek keuangan yang berlandaskan prinsip syariah atau keberlanjutan.
- Pengaruh Tingkat Bagi Hasil Terhadap Minat Investasi di Bank Syariah.
- Dampak Indeks ESG Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Publik.
- Hubungan Kepatuhan Syariah Terhadap Kinerja Saham Perusahaan Syariah.
- Pengaruh Green Investment Terhadap Reputasi Perusahaan Lingkungan.
- Dampak Zakat Perusahaan Terhadap Citra Perusahaan di Mata Konsumen.
- Hubungan Sertifikasi Halal Terhadap Loyalitas Konsumen Produk Makanan.
Penting: Ingatlah bahwa judul-judul ini adalah titik awal. Anda perlu menyesuaikannya dengan objek penelitian (perusahaan/sektor), periode waktu, dan lokasi spesifik yang Anda pilih. Misalnya, dari "Pengaruh Likuiditas Terhadap Profitabilitas," Anda bisa menjadikannya "Pengaruh Current Ratio Terhadap Return on Asset Perusahaan Sektor Otomotif yang Terdaftar di BEI Periode 2018-2022." Semakin spesifik, semakin mudah Anda menyusun kerangka penelitian.
Perspektif Pribadi: Pengalaman Menulis Skripsi dengan Dua Variabel
Saya masih ingat betul ketika saya berada di posisi Anda. Saat itu, dosen pembimbing saya menekankan pentingnya fokus dan kedalaman analisis, bukan sekadar banyaknya variabel. Awalnya, saya skeptis. Bagaimana bisa dua variabel memberikan kontribusi yang signifikan? Bukankah itu terlalu sederhana? Namun, pengalaman membuktikan bahwa pemikiran itu keliru.
Saya memilih untuk meneliti "Pengaruh Tata Kelola Perusahaan Terhadap Kinerja Keuangan," yang secara teknis bisa dipecah menjadi beberapa proksi tata kelola (seperti ukuran dewan komisaris atau independensi) dan satu proksi kinerja keuangan (seperti ROA). Tantangan terbesarnya adalah menentukan proksi yang paling relevan dan menemukan data yang konsisten.
Pelajarannya adalah: Jangan takut memulai dengan hipotesis yang sederhana. Yang terpenting adalah bagaimana Anda menguji hipotesis itu dengan rigor, data yang valid, dan analisis yang mendalam. Sebuah penelitian dua variabel yang kuat justru akan memaksa Anda untuk:
- Menggali literatur secara lebih mendalam untuk memahami nuansa hubungan antara dua variabel tersebut.
- Melakukan pengujian asumsi klasik dengan cermat agar model regresi Anda valid.
- Menganalisis hasil secara komprehensif, bukan hanya melihat angka signifikansi, tetapi juga menjelaskan implikasinya secara bisnis dan ekonomi.
- Membangun argumen yang koheren dan meyakinkan mengapa hubungan tersebut penting untuk diteliti dan apa kontribusinya.
Saya bahkan menemukan bahwa validasi data adalah kunci sukses terbesar. Data yang bersih dan lengkap adalah setengah dari peperangan. Selain itu, revisi dan konsultasi itu wajar dan bahkan esensial. Setiap saran dari pembimbing, meskipun terasa berat pada awalnya, selalu membawa Anda selangkah lebih dekat menuju hasil yang optimal. Fokuslah pada kontribusi kecil yang signifikan yang bisa Anda berikan, bahkan dengan hanya dua variabel.
Langkah Selanjutnya: Dari Ide ke Penelitian Nyata
Mendapatkan ide judul hanyalah permulaan. Setelah Anda menemukan satu atau beberapa judul yang menarik dari daftar di atas, langkah selanjutnya adalah mengubahnya menjadi penelitian nyata:
- Persempit Judul Pilihan Anda: Jadikan judul Anda spesifik. Tentukan periode waktu, sektor industri, jenis perusahaan, dan metode pengukuran variabel Anda. Semakin spesifik, semakin mudah Anda merancang metodologi.
- Formulasikan Pertanyaan Penelitian: Dari judul, rumuskan satu atau dua pertanyaan penelitian utama yang ingin Anda jawab. Misalnya, dari "Pengaruh Likuiditas Terhadap Profitabilitas," pertanyaan bisa menjadi "Bagaimana Current Ratio memengaruhi Return on Asset perusahaan manufaktur di BEI selama periode X-Y?"
- Identifikasi Metodologi yang Cocok: Untuk penelitian dua variabel dalam manajemen keuangan, metodologi kuantitatif dengan pendekatan regresi (seperti regresi linier sederhana atau berganda, tergantung proksi variabel X yang dipilih) adalah yang paling umum. Pikirkan juga tentang teknik analisis data lain seperti analisis deskriptif atau uji beda.
- Strategi Pengumpulan Data: Tentukan sumber data Anda (laporan keuangan tahunan, data BEI, publikasi BPS, dll.). Bagaimana Anda akan mengaksesnya? Berapa sampel yang Anda butuhkan?
- Pilih Alat Statistik yang Tepat: Umumnya, software seperti EViews, Stata, SPSS, atau R digunakan untuk mengolah data kuantitatif dalam penelitian keuangan. Pastikan Anda familiar dengan salah satunya atau bersedia mempelajarinya.
- Buat Kerangka Skripsi Awal: Mulailah menyusun outline Bab I hingga Bab III (Pendahuluan, Tinjauan Pustaka, Metodologi Penelitian). Ini akan membantu Anda melihat gambaran besar dan memastikan semua elemen saling terkait.
Ingat, proses skripsi adalah maraton, bukan sprint. Nikmati setiap tahapannya, karena di situlah Anda akan banyak belajar dan tumbuh sebagai seorang peneliti.
Penutup: Semangat dan Keyakinanmu Adalah Kunci
Mencari dan mengembangkan judul skripsi manajemen keuangan dua variabel mungkin terasa seperti sebuah labirin. Namun, dengan pemahaman yang tepat tentang variabel, kiat-kiat strategis, dan inspirasi dari contoh-contoh yang relevan, Anda kini memiliki bekal yang lebih dari cukup untuk memulai perjalanan Anda.
Ingatlah, sebuah studi dua variabel yang dieksekusi dengan baik memiliki kekuatan untuk memberikan insight yang sangat terfokus dan actionable. Ini bukan tentang kompleksitas variabel, melainkan tentang kedalaman analisis dan relevansi temuan. Penemuan bahwa variabel A secara signifikan memengaruhi variabel B, bahkan dalam konteks yang spesifik, bisa menjadi panduan berharga bagi manajer keuangan dalam membuat keputusan strategis, atau bagi investor dalam menyusun portofolio. Ini juga dapat mengisi celah kecil namun penting dalam literatur akademis, menginspirasi penelitian lanjutan yang lebih kompleks.
Semangat, pejuang skripsi! Percayalah pada kemampuan Anda, tetaplah kritis, dan jangan pernah berhenti bertanya. Kesuksesan ada di tangan Anda.
Tanya Jawab Seputar Judul Skripsi Dua Variabel
-
Q: Bagaimana jika saya tidak bisa menemukan data untuk variabel yang saya pilih?
- A: Ini adalah tantangan umum. Pertama, jangan panik. Coba perluas jangkauan sumber data Anda (misalnya, jika awalnya hanya menargetkan satu jenis perusahaan, coba perluas ke seluruh sektor atau bahkan industri yang relevan). Kedua, pertimbangkan untuk mengganti proksi variabel Anda jika proksi awal sulit ditemukan datanya (misalnya, jika ROA sulit, coba ROE atau NPM). Ketiga, diskusi dengan pembimbing Anda untuk mencari alternatif variabel yang sebanding atau ide judul lain yang datanya lebih mudah diakses.
-
Q: Bagaimana cara memastikan skripsi 2 variabel saya tidak terlalu dangkal?
- A: Kedalaman skripsi tidak ditentukan oleh jumlah variabel, melainkan oleh kedalaman analisis dan pembahasan. Pastikan Anda memiliki landasan teori yang sangat kuat untuk hubungan kedua variabel, lakukan uji asumsi klasik dengan teliti, dan interpretasikan hasil secara komprehensif dengan menghubungkannya kembali ke teori dan implikasi praktis. Jelaskan mengapa hubungan itu terjadi, apa dampaknya, dan bagaimana temuan Anda berbeda atau mendukung penelitian sebelumnya.
-
Q: Bolehkah saya memodifikasi sedikit judul skripsi yang sudah ada dari artikel atau skripsi lain?
- A: Sangat diperbolehkan, bahkan dianjurkan! Ini adalah cara umum untuk menemukan research gap. Anda bisa memodifikasi:
- Objek penelitian: Dari perusahaan manufaktur menjadi perusahaan teknologi.
- Periode waktu: Dari 2010-2015 menjadi 2018-2022.
- Lokasi: Dari Jakarta menjadi Surabaya.
- Proksi variabel: Dari ROA menjadi ROE sebagai proksi profitabilitas.
- Metode analisis: Jika sebelumnya regresi biasa, mungkin Anda bisa menggunakan data panel.
Penting untuk menambahkan kebaruan atau konteks spesifik pada modifikasi Anda.
-
Q: Kesalahan paling umum apa yang dilakukan mahasiswa dengan skripsi 2 variabel?
- A: Kesalahan yang paling sering saya lihat adalah tidak memiliki landasan teori yang kuat mengapa dua variabel tersebut berhubungan. Seringkali, mahasiswa hanya mencari korelasi data tanpa memahami mekanisme di balik hubungan tersebut. Kesalahan lainnya adalah mengabaikan uji asumsi klasik atau tidak mampu menginterpretasikan hasil statistik dengan benar dalam konteks keuangan. Terakhir, data yang tidak valid atau tidak lengkap juga sering menjadi hambatan besar.
Pernyataan Cetak Ulang: Artikel dan hak cipta yang dipublikasikan di situs ini adalah milik penulis aslinya. Harap sebutkan sumber artikel saat mencetak ulang dari situs ini!
Tautan artikel ini:https://cxynani.com/menabung/6503.html