Waspada Penipuan! Ini Cara Cek {Investasi Resmi} Agar Aman dan Terdaftar OJK

admin2025-08-07 02:57:3250Investasi

Waspada Penipuan! Ini Cara Cek Investasi Resmi Agar Aman dan Terdaftar OJK

Halo para pembaca setia dan calon investor cerdas! Sebagai seorang yang berkecimpung di dunia keuangan dan investasi, saya sering melihat bagaimana harapan besar untuk mencapai kebebasan finansial seringkali berujung pada kekecewaan pahit karena terjerat penipuan investasi. Daya tarik keuntungan instan yang fantastis memang seringkali membutakan mata, membuat kita melupakan prinsip dasar dalam berinvestasi: keamanan dan legalitas. Di tengah gemuruh informasi dan beragam penawaran yang muncul setiap hari, kemampuan untuk membedakan antara investasi yang sah dan investasi bodong adalah sebuah keharusan mutlak, bukan lagi pilihan.

Fenomena penipuan investasi di Indonesia bukanlah hal baru, namun modusnya terus berevolusi seiring dengan kemajuan teknologi. Dari skema Ponzi klasik hingga tawaran investasi kripto atau forex ilegal yang mengklaim keuntungan tak masuk akal, para penipu selalu menemukan cara baru untuk menjerat korbannya. Mereka memanfaatkan celah pengetahuan, desakan ekonomi, dan tentu saja, impian masyarakat untuk segera menjadi kaya. Saya pribadi seringkali menerima pertanyaan dari teman atau pengikut media sosial tentang legalitas sebuah tawaran investasi yang terdengar "terlalu bagus untuk menjadi kenyataan." Dan seringkali, naluri saya mengatakan itu memang bodong.

Waspada Penipuan! Ini Cara Cek {Investasi Resmi} Agar Aman dan Terdaftar OJK

Oleh karena itu, dalam artikel panjang ini, saya ingin mengajak Anda untuk memahami secara mendalam bagaimana cara mengidentifikasi investasi yang sah, terutama dengan memanfaatkan peran krusial Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Memeriksa legalitas adalah langkah pertama dan paling fundamental sebelum Anda menaruh sepeser pun uang Anda. Ini bukan hanya tentang menghindari kerugian finansial, tetapi juga melindungi ketenangan pikiran Anda dari stres dan penyesalan di kemudian hari. Mari kita selami lebih jauh, langkah demi langkah, agar Anda bisa berinvestasi dengan tenang dan yakin.


Anatomi Penipuan Investasi: Memahami Modus Operandi

Sebelum kita masuk ke metode verifikasi, penting untuk memahami bagaimana para penipu ini bekerja dan taktik psikologis apa yang mereka gunakan. Dengan mengetahui pola mereka, Anda akan lebih mudah mengenali tanda bahaya sejak awal. Menurut pengamatan saya, modus operandi penipuan investasi seringkali berputar pada beberapa inti strategi yang sangat efektif dalam memanipulasi korbannya.

Janji Keuntungan yang Tak Wajar dan Cepat Ini adalah umpan klasik. Para penipu akan menjanjikan pengembalian investasi (ROI) yang sangat tinggi dalam waktu singkat, jauh melampaui rata-rata pasar keuangan yang sah. Misalnya, mereka menjanjikan 10% per bulan atau bahkan 1% per hari. Ingatlah, dalam dunia investasi yang sah, keuntungan tinggi selalu berbanding lurus dengan risiko tinggi. Tidak ada keuntungan besar tanpa risiko, apalagi yang dijamin 100%.

Tekanan untuk Segera Bergabung (Fear of Missing Out - FOMO) Anda akan sering didesak untuk segera mengambil keputusan, dengan dalih "kesempatan terbatas" atau "kuota akan segera habis." Taktik ini dirancang untuk mencegah Anda berpikir jernih, melakukan riset, atau berkonsultasi dengan pihak yang lebih tahu. Mereka ingin Anda bertindak impulsif.

Skema Piramida dan Ponzi yang Berkedok Investasi Ini adalah bentuk penipuan yang paling umum. Skema Ponzi membayar investor lama dengan uang dari investor baru. Skema piramida berfokus pada perekrutan anggota baru dan pembayaran komisi dari biaya pendaftaran anggota baru tersebut. Model bisnisnya tidak berkelanjutan dan akan runtuh ketika aliran investor baru berhenti. Mereka sering menyamarkannya sebagai "investasi," "multi-level marketing," atau "bisnis jaringan" yang tidak memiliki produk atau layanan riil yang diperdagangkan secara substansial.

Klaim Dukungan dari Tokoh Publik atau Lembaga Palsu Untuk membangun kredibilitas, penipu seringkali mencatut nama tokoh terkenal, pejabat, atau bahkan lembaga pemerintah (seperti OJK sendiri) tanpa izin. Mereka mungkin memalsukan dokumen, logo, atau testimonial. Selalu verifikasi klaim semacam ini secara independen.

Informasi yang Tidak Transparan dan Terlalu Rumit Ketika Anda meminta detail tentang bagaimana investasi itu menghasilkan keuntungan, mereka akan memberikan penjelasan yang samar, terlalu teknis, atau sangat rumit hingga sulit dipahami. Ini adalah cara mereka menyembunyikan fakta bahwa tidak ada bisnis riil di baliknya.


Peran Vital Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai Penjaga Gawang Investasi

Di Indonesia, garda terdepan dalam melindungi masyarakat dari praktik investasi ilegal adalah Otoritas Jasa Keuangan atau yang akrab kita sebut OJK. Keberadaan OJK bukan sekadar formalitas, melainkan fondasi utama sistem keuangan yang aman dan terpercaya. Saya sering menekankan kepada siapa pun yang bertanya tentang investasi, "Cek OJK dulu, itu wajib!"

OJK memiliki mandat yang jelas dan luas: mengatur, mengawasi, dan melindungi konsumen sektor jasa keuangan. Ini mencakup perbankan, pasar modal, industri keuangan non-bank (IKNB) seperti asuransi, dana pensiun, perusahaan pembiayaan, hingga teknologi finansial (fintech). Jika sebuah entitas menawarkan produk atau layanan investasi kepada publik di Indonesia, wajib hukumnya bagi entitas tersebut untuk terdaftar dan diawasi oleh OJK.

Mengapa pendaftaran dan pengawasan OJK sangat penting?

  • Legalitas dan Keabsahan: Hanya entitas yang terdaftar OJK yang memiliki hak dan izin hukum untuk beroperasi di sektor jasa keuangan. Ini berarti mereka tunduk pada peraturan dan standar yang ketat.
  • Perlindungan Konsumen: OJK memastikan bahwa hak-hak konsumen dilindungi. Jika terjadi sengketa atau pelanggaran, Anda memiliki jalur untuk mengajukan pengaduan dan mencari penyelesaian.
  • Transparansi dan Keterbukaan Informasi: Lembaga yang diawasi OJK diwajibkan untuk memberikan informasi yang jelas, akurat, dan transparan mengenai produk, risiko, dan biaya.
  • Prinsip Kehati-hatian: OJK melakukan pengawasan untuk memastikan lembaga keuangan menjaga prinsip kehati-hatian dalam operasionalnya, demi menjaga stabilitas sistem keuangan dan meminimalkan risiko bagi investor.

Sangat penting untuk memahami bahwa status "berbadan hukum" atau "memiliki izin usaha umum" tidak sama dengan "terdaftar dan diawasi OJK" untuk menawarkan produk investasi. Banyak penipu yang beralasan "sudah punya izin PT" atau "terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM." Ini adalah taktik menyesatkan. Perusahaan yang bergerak di bidang investasi harus terdaftar dan diawasi oleh OJK, bukan hanya sebagai perusahaan pada umumnya. Ini adalah perbedaan krusial yang seringkali menjadi jebakan bagi calon investor.


Langkah-Langkah Konkret Memeriksa Legalitas Investasi di OJK

Kini, mari kita masuk ke bagian yang paling praktis: bagaimana cara Anda secara mandiri memeriksa apakah sebuah investasi terdaftar dan diawasi oleh OJK. Ini adalah kemampuan esensial yang harus dimiliki setiap individu yang ingin berinvestasi dengan aman.

Metode Pertama: Melalui Situs Web Resmi OJK Ini adalah cara yang paling mudah dan seringkali menjadi gerbang utama. Situs web OJK menyediakan database lengkap dari seluruh entitas yang terdaftar dan diawasi.

  1. Akses Situs Web Resmi: Buka peramban internet Anda dan ketikkan alamat www.ojk.go.id. Pastikan Anda mengakses situs web yang benar, bukan situs palsu yang menyerupai OJK. Perhatikan domainnya harus .go.id.
  2. Cari Menu "Perizinan" atau "Daftar Lembaga Jasa Keuangan": Di halaman utama, cari menu atau tautan yang mengarah ke daftar lembaga jasa keuangan yang terdaftar dan berizin. Biasanya ada di bagian "Perizinan dan Pengawasan," "Daftar LJK," atau "Konsumen."
  3. Gunakan Fitur Pencarian: Di halaman tersebut, Anda akan menemukan kolom pencarian. Masukkan nama perusahaan investasi yang ingin Anda cek.
  4. Verifikasi Sektor Industri: Perhatikan daftar yang muncul. OJK memisahkan daftar berdasarkan sektor:
    • Perbankan: Untuk bank konvensional maupun syariah.
    • Pasar Modal: Untuk perusahaan sekuritas, manajer investasi, reksa dana, dan lain-lain.
    • IKNB (Industri Keuangan Non-Bank): Untuk asuransi, dana pensiun, perusahaan pembiayaan, pegadaian, hingga fintech peer-to-peer lending.
    • Fintech: Bagian khusus untuk perusahaan teknologi finansial, terutama P2P lending yang wajib terdaftar dan berizin.
  5. Perhatikan Detail Informasi: Setelah menemukan nama perusahaan, pastikan detailnya cocok 100%: nama perusahaan, alamat, jenis izin, dan produk yang ditawarkan. Seringkali, penipu menggunakan nama yang sangat mirip dengan perusahaan resmi untuk mengelabui. Misalnya, "PT Aman Sentosa Investasi" dibandingkan dengan "PT Aman Sentosa Investasi Terdaftar." Cek ejaan dan nama lengkap.
  6. Periksa Status Izin: Pastikan status izin adalah "Terdaftar" atau "Berizin," bukan "Dalam Proses" atau "Tidak Terdaftar."

Metode Kedua: Menghubungi Kontak Resmi OJK Jika Anda ragu atau tidak menemukan informasi yang jelas di situs web, cara terbaik adalah menghubungi OJK secara langsung.

  1. OJK Call Center (OJK 157): Ini adalah jalur tercepat. Anda bisa menelepon 157 dari ponsel Anda. Siapkan nama perusahaan yang ingin Anda tanyakan. Petugas akan membantu mengecek data dalam sistem mereka.
  2. Email Resmi OJK: Kirimkan pertanyaan Anda melalui email ke konsumen@ojk.go.id. Jelaskan detail perusahaan yang Anda curigai, termasuk nama, produk yang ditawarkan, dan klaim-klaim yang membuat Anda ragu. OJK biasanya merespons dalam beberapa hari kerja.
  3. WhatsApp Resmi OJK: OJK juga menyediakan layanan informasi melalui WhatsApp di nomor 081157157157. Ini sangat praktis untuk pertanyaan cepat.

Jangan pernah ragu untuk menghubungi OJK. Mereka ada untuk membantu Anda dan melayani pertanyaan publik. Lebih baik sedikit repot di awal daripada menyesal di kemudian hari.


Metode Ketiga: Memeriksa Daftar Investasi Ilegal OJK (SWI) Selain daftar entitas yang terdaftar, OJK bersama Satuan Tugas Waspada Investasi (SWI) juga secara berkala merilis daftar investasi ilegal yang telah mereka identifikasi dan hentikan kegiatannya.

  1. Kunjungi Halaman SWI di Situs OJK: Di situs OJK, cari bagian yang berkaitan dengan "Satuan Tugas Waspada Investasi" atau "Daftar Investasi Ilegal."
  2. Cek Daftar Secara Berkala: SWI rutin memperbarui daftar ini. Periksa apakah nama perusahaan yang Anda curigai masuk dalam daftar ini. Ini adalah peringatan merah yang sangat jelas.
  3. Pentingnya Memeriksa Kedua Daftar: Bahkan jika sebuah perusahaan tidak ada dalam daftar investasi ilegal, bukan berarti otomatis sah. Ia harus ada dalam daftar perusahaan yang terdaftar dan diawasi. Selalu periksa keduanya!

Metode Keempat: Verifikasi Dokumen dan Prospektus yang Diberikan Setelah memastikan perusahaan terdaftar di OJK, langkah selanjutnya adalah memeriksa dokumen penawaran investasi itu sendiri.

  1. Baca Prospektus/Ringkasan Informasi Produk: Setiap produk investasi yang sah harus memiliki dokumen ini. Baca dengan seksama. Pastikan Anda memahami:
    • Mekanisme Investasi: Bagaimana uang Anda akan diinvestasikan dan menghasilkan keuntungan.
    • Risiko: Setiap investasi memiliki risiko. Prospektus harus menjelaskan risiko-risiko yang terkait. Jika tidak ada penjelasan risiko, itu adalah bendera merah besar.
    • Biaya dan Komisi: Pastikan semua biaya tertera dengan jelas.
    • Kredensial Perusahaan: Nama perusahaan, alamat, nomor izin OJK, dan informasi kontak harus tercantum dengan jelas.
  2. Bandingkan Data: Pastikan nama perusahaan dan nomor izin yang tertera di dokumen sama persis dengan yang ada di database OJK. Jangan ragu untuk mencocokkan setiap detail.
  3. Hindari Bahasa yang Samar atau Terlalu Rumit: Prospektus yang sah seharusnya menggunakan bahasa yang cukup jelas dan bisa dimengerti, meskipun mungkin ada istilah teknis. Jika dokumen tersebut sengaja dibuat rumit atau ambigu untuk menyembunyikan sesuatu, itu perlu dicurigai.

Metode Kelima: Memastikan Legalitas Mitra atau Saluran Penjualan Investasi tidak hanya ditawarkan langsung oleh perusahaan, tetapi juga melalui agen, konsultan keuangan, atau platform online. Pastikan individu atau entitas yang memperkenalkan investasi kepada Anda juga memiliki izin yang relevan.

  1. Agen Asuransi: Harus memiliki lisensi dari asosiasi asuransi dan terdaftar di OJK.
  2. Wakil Agen Penjual Reksa Dana (WAPERD): Harus memiliki sertifikasi WAPERD dan terdaftar di OJK.
  3. Wakil Perantara Pedagang Efek (WPPE): Jika Anda berurusan dengan perantara saham, mereka harus memiliki sertifikasi WPPE dan bernaung di bawah perusahaan sekuritas yang terdaftar OJK.

Jangan hanya percaya pada klaim lisan. Minta bukti sertifikasi atau lisensi mereka. Pengalaman saya menunjukkan bahwa banyak penipuan dimulai dari "kenalan" yang tidak memiliki izin resmi untuk menawarkan produk investasi.


Ciri-Ciri Investasi Bodong yang Perlu Diwaspadai Secara Umum

Selain cara verifikasi OJK, ada beberapa ciri umum investasi bodong yang seharusnya memicu alarm waspada dalam diri Anda. Mengembangkan "naluri curiga" ini sangat penting.

  • Iming-iming Keuntungan Tak Wajar: Ini adalah ciri paling mencolok. Jika ada yang menawarkan keuntungan 20% per bulan, apalagi 100% per tahun, sementara suku bunga deposito hanya 3-4% setahun, itu hampir pasti penipuan.
  • Jaminan Keuntungan Tanpa Risiko: Tidak ada investasi yang 100% bebas risiko. Bahkan deposito bank memiliki risiko inflasi atau penyesuaian suku bunga. Klaim "anti-rugi" atau "dijamin untung" adalah kebohongan besar.
  • Skema Piramida/Ponzi Terselubung: Fokus utama bukan pada produk atau layanan, melainkan pada perekrutan anggota baru. Anda diiming-imingi komisi besar dari setiap orang yang Anda rekrut.
  • Tekanan untuk Segera Bergabung: Penipu tidak ingin Anda punya waktu untuk berpikir atau mencari informasi. Mereka menciptakan rasa urgensi palsu.
  • Informasi Tidak Transparan: Rincian mengenai bagaimana dana Anda dikelola, siapa pengelolanya, atau bagaimana keuntungan dihasilkan tidak dijelaskan secara gamblang dan mudah dipahami.
  • Tidak Ada Informasi Detail Perusahaan atau Pengelola: Anda tidak bisa menemukan informasi yang jelas tentang kantor, jajaran direksi, atau rekam jejak perusahaan.
  • Menggunakan Tokoh Publik Tanpa Izin: Foto atau video tokoh terkenal, termasuk pejabat pemerintah atau selebriti, digunakan seolah-olah mereka mendukung program tersebut, padahal tidak.
  • Permintaan Data Pribadi Berlebihan atau Tidak Relevan: Waspada jika mereka meminta data sensitif yang tidak relevan dengan pendaftaran investasi yang sah, terutama jika diminta melalui jalur yang tidak aman.
  • Proses Pendaftaran yang Terlalu Mudah dan Informal: Hanya mengisi formulir online tanpa verifikasi identitas yang ketat, atau transfer dana ke rekening pribadi, bukan rekening perusahaan yang sah.
  • Target Audiens yang Spesifik dan Rentan: Seringkali menargetkan kelompok masyarakat tertentu yang mungkin kurang literasi keuangan atau sedang dalam kondisi terdesak secara ekonomi.

Edukasi adalah Kunci: Melindungi Diri dan Orang Terdekat

Pengetahuan adalah perisai terbaik Anda dalam menghadapi penipuan. Sebagai blogger yang peduli terhadap literasi keuangan masyarakat, saya percaya bahwa edukasi bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab kita semua.

  • Tingkatkan Literasi Keuangan Anda: Luangkan waktu untuk belajar tentang berbagai jenis investasi yang sah, risiko yang melekat pada masing-masing, dan bagaimana pasar bekerja. Sumber informasi terpercaya banyak tersedia, dari buku, artikel, hingga webinar dari lembaga keuangan resmi.
  • Berbagi Informasi: Jangan ragu untuk berbagi informasi mengenai ciri-ciri penipuan dan cara verifikasi ini kepada keluarga, teman, atau kolega Anda. Semakin banyak orang yang sadar, semakin kecil ruang gerak para penipu.
  • Sikap Skeptis yang Sehat: Kembangkan kebiasaan untuk selalu bersikap skeptis terhadap tawaran yang "terlalu bagus untuk menjadi kenyataan." Naluri Anda seringkali benar.
  • Laporkan Kecurigaan: Jika Anda menemukan tawaran investasi yang mencurigakan dan tidak terdaftar di OJK, segera laporkan ke OJK atau Satgas Waspada Investasi. Laporan Anda bisa menyelamatkan banyak orang dari kerugian.

Membangun Portofolio Investasi yang Sehat dan Bertumbuh

Berinvestasi adalah sebuah perjalanan, bukan sprint. Setelah Anda memahami pentingnya legalitas dan cara memeriksanya, langkah selanjutnya adalah membangun portofolio investasi yang sehat.

  • Tentukan Tujuan Keuangan dan Profil Risiko: Apa tujuan investasi Anda (dana pensiun, pendidikan anak, beli rumah)? Seberapa besar risiko yang siap Anda ambil? Ini akan memandu pilihan investasi Anda.
  • Diversifikasi: Jangan menaruh semua telur dalam satu keranjang. Sebarkan investasi Anda ke berbagai aset yang sah (misalnya, saham, obligasi, reksa dana, properti) untuk mengurangi risiko.
  • Investasi Jangka Panjang: Kebanyakan investasi yang sah memerlukan waktu untuk bertumbuh. Hindari pola pikir ingin cepat kaya. Kesabaran adalah kunci.
  • Gunakan Jasa Profesional Berlisensi: Jika Anda merasa kurang yakin, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan perencana keuangan atau penasihat investasi yang terdaftar OJK. Mereka bisa membantu menyusun strategi yang sesuai dengan profil Anda.

Pentingnya Kecermatan di Era Digital yang Berliku

Di era digital, tantangan dalam mengidentifikasi investasi bodong semakin kompleks. Penipu memanfaatkan media sosial, aplikasi pesan instan, dan bahkan teknologi deepfake untuk membangun narasi palsu dan menjangkau calon korban secara lebih luas. Informasi yang berlimpah di internet bisa menjadi pedang bermata dua; ia menyediakan akses ke pengetahuan, tetapi juga membuka pintu bagi misinformasi dan disinformasi.

Perlu ditekankan bahwa legalitas dan pengawasan OJK adalah benteng utama Anda. Bahkan jika sebuah penawaran terlihat sangat meyakinkan di media sosial, dengan testimoni yang membanjiri dan angka-angka fantastis, tetaplah kembali ke dasar: cek OJK. Perkembangan teknologi membuat verifikasi secara manual dan langsung menjadi semakin krusial. Jangan pernah terlena dengan janji manis di balik layar gawai Anda tanpa melakukan cek silang yang ketat. Masa depan investasi yang aman tidak hanya bergantung pada kemampuan lembaga pengawas, tetapi juga pada kecerdasan dan kewaspadaan setiap individu dalam mengelola informasi dan mengambil keputusan.


Perjalanan menuju kebebasan finansial melalui investasi adalah sebuah maraton yang memerlukan kecermatan, kesabaran, dan tentu saja, pengetahuan. Daya tarik keuntungan yang fantastis dan di luar nalar seringkali menjadi jebakan empuk bagi banyak orang. Namun, dengan bekal pemahaman yang kuat tentang cara kerja OJK dan langkah-langkah konkret dalam memverifikasi legalitas investasi, Anda telah membekali diri dengan pertahanan terbaik. Kerugian akibat investasi bodong tidak hanya sebatas angka nominal, tetapi juga meninggalkan luka emosional, hilangnya kepercayaan, dan bahkan dampak domino pada stabilitas keuangan keluarga. Pasar keuangan Indonesia menawarkan segudang peluang investasi yang sah dan menguntungkan. Manfaatkanlah peluang tersebut, namun selalu dengan kacamata skeptis dan langkah verifikasi yang cermat. Keamanan investasi Anda berada di tangan Anda sendiri, dimulai dari satu pertanyaan sederhana: "Sudah terdaftar OJK?"


Tanya Jawab Seputar Legalitas Investasi dan OJK

Q1: Apa itu OJK dan mengapa penting dalam investasi? A1: OJK atau Otoritas Jasa Keuangan adalah lembaga negara yang bertugas mengatur, mengawasi, dan melindungi konsumen sektor jasa keuangan di Indonesia. OJK penting karena menjamin bahwa lembaga keuangan dan produk investasi yang beredar di masyarakat sah secara hukum, transparan, dan memenuhi standar perlindungan konsumen. Berinvestasi pada lembaga yang terdaftar OJK memberi Anda jaminan hukum dan jalur pengaduan jika terjadi masalah.


Q2: Bagaimana cara termudah memeriksa legalitas investasi di OJK? A2: Cara termudah adalah dengan mengakses situs web resmi OJK di www.ojk.go.id, lalu mencari menu "Perizinan" atau "Daftar Lembaga Jasa Keuangan" dan menggunakan fitur pencarian dengan nama perusahaan. Selain itu, Anda bisa menghubungi OJK Call Center 157, mengirim email ke konsumen@ojk.go.id, atau melalui WhatsApp resmi 081157157157.


Q3: Apa saja ciri-ciri utama investasi bodong yang harus saya waspadai? A3: Ciri-ciri utama investasi bodong meliputi: janji keuntungan yang sangat tinggi dan tidak wajar dalam waktu singkat, jaminan keuntungan tanpa risiko, fokus utama pada perekrutan anggota baru (skema piramida/Ponzi), tekanan untuk segera bergabung, informasi yang tidak transparan atau terlalu rumit, serta tidak adanya informasi detail atau legalitas perusahaan yang jelas dari OJK.


Q4: Apakah semua investasi yang menguntungkan itu ilegal? A4: Tentu tidak. Banyak investasi yang sah dan menguntungkan. Namun, investasi yang sah biasanya menawarkan keuntungan yang wajar dan sejalan dengan rata-rata pasar, serta selalu menjelaskan risiko yang melekat. Investasi bodong adalah yang menjanjikan keuntungan "terlalu bagus untuk menjadi kenyataan" tanpa risiko dan tanpa legalitas OJK yang jelas.


Q5: Apa yang harus saya lakukan jika menemukan dugaan investasi ilegal? A5: Jika Anda menemukan tawaran investasi yang mencurigakan dan tidak terdaftar di OJK, segera laporkan ke OJK melalui Call Center 157, email konsumen@ojk.go.id, atau WhatsApp 081157157157. Anda juga bisa mencari informasi terbaru dari Satuan Tugas Waspada Investasi (SWI) OJK. Laporan Anda sangat membantu dalam memberantas praktik penipuan.

Pernyataan Cetak Ulang: Artikel dan hak cipta yang dipublikasikan di situs ini adalah milik penulis aslinya. Harap sebutkan sumber artikel saat mencetak ulang dari situs ini!

Tautan artikel ini:https://cxynani.com/Investasi/6632.html

Artikel populer
Artikel acak
Posisi iklan sidebar