Bagaimana NAFTA Melakukan Perjanjian Perdagangan Bebas? Menguak Proses, Mekanisme, dan Dampak Kuncinya
Di tengah kompleksitas ekonomi global yang terus berputar, perjanjian perdagangan bebas (PTB) seringkali menjadi topik hangat yang memicu perdebatan sengit. Dari janji pertumbuhan ekonomi hingga kekhawatiran akan kehilangan pekerjaan dan kerusakan lingkungan, narasi seputar PTB tak pernah lepas dari pro dan kontra. Salah satu contoh paling monumental, dan mungkin paling banyak dibahas, adalah North American Free Trade Agreement (NAFTA).
Bagi seorang pengamat ekonomi dan bloger profesional, NAFTA bukan sekadar akronim lama yang usang. Ia adalah sebuah mahakarya negosiasi yang ambisius, sebuah eksperimen ekonomi raksasa yang mencoba menyatukan tiga ekonomi dengan tingkat pembangunan berbeda — Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko — di bawah satu payung perdagangan bebas. Perjanjian ini mendefinisikan ulang lanskap ekonomi Amerika Utara selama seperempat abad, meninggalkan jejak yang tak terhapuskan pada industri, tenaga kerja, dan bahkan identitas nasional ketiga negara.

Dalam tulisan ini, saya akan membawa Anda menyelami lebih dalam bagaimana NAFTA sesungguhnya bekerja, menguak proses kompleks di balik pembentukannya, mekanisme-mekanisme intinya yang membuatnya berdenyut, dan dampak kuncinya yang acap kali memicu polarisasi. Kita akan mencoba memahami mengapa perjanjian ini lahir, bagaimana ia beroperasi, dan pelajaran apa yang bisa kita petik dari warisannya, yang kini telah berevolusi menjadi USMCA (atau CUSMA/TMEC).
Sejarah Singkat dan Konteks Kelahiran NAFTA: Memecah Batas Ekonomi
Untuk memahami NAFTA, kita harus terlebih dahulu melihat ke belakang, ke dekade 1980-an dan awal 1990-an. Saat itu, globalisasi mulai menunjukkan taringnya, dan negara-negara mencari cara untuk meningkatkan daya saing mereka di panggung dunia. Amerika Utara, dengan ekonomi raksasa AS yang didampingi Kanada dan Meksiko, melihat potensi besar dalam integrasi regional.
Era Sebelum NAFTA: Kebutuhan Akan Integrasi
Sebelum NAFTA, AS dan Kanada telah memiliki perjanjian perdagangan bebas bilateral (Canada-U.S. Free Trade Agreement/CUSFTA) sejak 1989, yang telah menunjukkan hasil positif dalam meningkatkan volume perdagangan di antara keduanya. Di sisi lain, Meksiko, di bawah kepemimpinan Presiden Carlos Salinas de Gortari, sedang dalam proses reformasi ekonomi besar-besaran, beralih dari model ekonomi proteksionis ke orientasi pasar yang lebih terbuka. Meksiko kala itu haus akan investasi asing dan akses ke pasar global yang lebih luas untuk memodernisasi industrinya.
Motivasi di Balik Perundingan
- Amerika Serikat: Berhasrat untuk mendapatkan akses tanpa hambatan ke pasar konsumen Meksiko yang sedang berkembang pesat (sekitar 90 juta jiwa pada awal 1990-an), serta memanfaatkan biaya tenaga kerja yang lebih rendah di Meksiko untuk produksi manufaktur, terutama di sektor otomotif. Ini juga dilihat sebagai cara untuk mengamankan posisi AS di Amerika Utara dari potensi persaingan blok perdagangan lain seperti Uni Eropa yang semakin menguat.
- Kanada: Terutama ingin mengamankan aksesnya ke pasar AS, mitra dagang terbesarnya, dan memastikan bahwa integrasi AS-Meksiko tidak akan mengikis keunggulan kompetitif Kanada atau mengalihkan investasi dari Kanada. Kanada khawatir akan menjadi "pulau" ekonomi jika AS dan Meksiko berintegrasi tanpa keterlibatannya.
- Meksiko: Tujuan utamanya adalah menarik investasi asing langsung (FDI) yang sangat dibutuhkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja, serta mengunci reformasi ekonominya agar tidak mudah dibatalkan oleh pemerintahan di masa depan. NAFTA diharapkan memberikan legitimasi internasional dan stabilitas bagi perubahan domestiknya.
Proses Perundingan yang Kompleks: Merajut Benang-Benang Perjanjian
Perundingan NAFTA bukanlah proses yang mulus. Ia diwarnai dengan perdebatan sengit, baik di meja perundingan maupun di arena politik domestik ketiga negara.
Awal Mula dan Tantangan
Inisiatif untuk membentuk NAFTA pertama kali digulirkan oleh Presiden AS George H.W. Bush pada tahun 1990 dan kemudian dilanjutkan oleh Presiden Bill Clinton. Tantangan utamanya adalah menyelaraskan kepentingan dan kekhawatiran dari tiga negara yang sangat berbeda dalam ukuran ekonomi, struktur industri, dan tingkat pembangunan.
- Perbedaan Ekonomi: Meksiko jauh lebih miskin dibandingkan AS dan Kanada, dengan upah yang jauh lebih rendah dan standar lingkungan serta tenaga kerja yang kurang ketat. Hal ini menimbulkan kekhawatiran, terutama di AS, bahwa perusahaan akan pindah ke Meksiko hanya untuk mengejar upah murah dan menghindari regulasi yang ketat, menciptakan "perlombaan ke bawah" (race to the bottom).
- Oposisi Kuat: Perjanjian ini menghadapi oposisi yang vokal dari serikat pekerja di AS dan Kanada, yang khawatir akan kehilangan pekerjaan ke Meksiko. Kelompok lingkungan juga menyuarakan keprihatinan tentang potensi kerusakan lingkungan akibat relokasi industri dan penegakan hukum yang lemah di Meksiko.
Peran Utama Negosiator dan Legislatif
Negosiasi berlangsung intensif selama lebih dari dua tahun, melibatkan ribuan ahli dan pejabat dari ketiga negara. Setiap negara berusaha memaksimalkan keuntungannya sambil meminimalkan kerugian. Setelah draf perjanjian disepakati, tantangan terbesar berikutnya adalah mendapatkan ratifikasi dari badan legislatif masing-masing negara. Di AS, perdebatan di Kongres sangat memanas, dengan argumen keras dari kedua sisi. Akhirnya, pada November 1993, Kongres AS menyetujui NAFTA, dan perjanjian ini resmi berlaku pada 1 Januari 1994.
Mekanisme Inti NAFTA: Pilar-Pilar Perdagangan Bebas
NAFTA dirancang dengan serangkaian mekanisme yang bertujuan untuk meliberalisasi perdagangan dan investasi di Amerika Utara. Mekanisme ini adalah denyut nadi yang memungkinkan perjanjian berfungsi.
Penghapusan Tarif dan Hambatan Non-Tarif
- Inti dari NAFTA adalah eliminasi tarif impor dan ekspor secara bertahap untuk sebagian besar barang yang diperdagangkan di antara ketiga negara. Lebih dari separuh tarif langsung dihapuskan saat perjanjian berlaku, sementara sisanya dihapus dalam waktu 5 hingga 15 tahun.
- Selain tarif, NAFTA juga bertujuan mengurangi hambatan non-tarif, seperti kuota, lisensi impor, dan persyaratan konten lokal yang tidak perlu, yang seringkali menghambat aliran barang dan jasa.
Aturan Asal (Rules of Origin)
- Ini adalah salah satu aspek paling krusial dari NAFTA. Aturan asal menentukan apakah suatu produk memenuhi syarat untuk mendapatkan perlakuan tarif preferensial di bawah NAFTA. Tujuannya adalah untuk mencegah negara non-anggota menggunakan salah satu negara NAFTA sebagai "gerbang" untuk menjual produk mereka tanpa membayar tarif penuh.
- Sebagai contoh, untuk sektor otomotif, NAFTA mensyaratkan bahwa minimal 62,5% dari nilai komponen mobil harus berasal dari Amerika Utara agar mobil tersebut bisa diperdagangkan bebas tarif di antara ketiga negara. Aturan ini sangat kompleks dan memicu terbentuknya rantai pasok regional yang terintegrasi.
Perlindungan Investasi dan Kekayaan Intelektual
- NAFTA mencakup ketentuan komprehensif untuk melindungi investor dan investasi lintas batas. Investor dari satu negara anggota diperlakukan sama dengan investor domestik di negara anggota lainnya, dengan jaminan seperti kompensasi yang adil jika investasi mereka diekspropriasi.
- Perjanjian ini juga menetapkan standar perlindungan kekayaan intelektual (IP) yang tinggi, mencakup paten, merek dagang, dan hak cipta. Hal ini penting untuk sektor-sektor seperti farmasi, perangkat lunak, dan hiburan, yang mengandalkan inovasi.
Penyelesaian Sengketa (Dispute Resolution)
- Salah satu fitur paling inovatif dari NAFTA adalah mekanisme penyelesaian sengketa yang kuat dan mengikat.
- Bab 19: Memungkinkan industri atau pemerintah untuk menantang keputusan anti-dumping dan countervailing duties yang diambil oleh negara anggota lain di hadapan panel bilateral independen, bukan pengadilan domestik. Ini mengurangi politisasi sengketa perdagangan.
- Bab 20: Menyediakan prosedur untuk menyelesaikan sengketa antara pemerintah mengenai interpretasi atau penerapan NAFTA secara umum.
- Bab 11: Memungkinkan investor untuk menuntut pemerintah negara anggota lain jika merasa hak investasi mereka dilanggar, meskipun ini menjadi salah satu bagian paling kontroversial.
Perjanjian Sampingan: Lingkungan dan Tenaga Kerja (NAALC & NAEC)
Mengingat kekhawatiran yang meluas tentang "perlombaan ke bawah" dalam standar lingkungan dan tenaga kerja, dua perjanjian sampingan (side agreements) dinegosiasikan dan diberlakukan bersama NAFTA:
- North American Agreement on Labor Cooperation (NAALC): Bertujuan untuk mempromosikan prinsip-prinsip ketenagakerjaan yang mendasar, seperti kebebasan berserikat, hak untuk bernegosiasi kolektif, upah minimum, dan keselamatan kerja. Meskipun memiliki mekanisme pengaduan, kemampuannya untuk menegakkan standar secara efektif sering kali dikritik terbatas.
- North American Agreement on Environmental Cooperation (NAEC): Bertujuan untuk memastikan bahwa ketiga negara tidak mengurangi standar lingkungan mereka untuk menarik investasi dan meningkatkan kerja sama dalam masalah lingkungan. Seperti NAALC, mekanismenya sering dianggap kurang bertaring dibandingkan kekhawatiran yang ada.
Dari sudut pandang saya, keberadaan perjanjian sampingan ini, meskipun belum sempurna, adalah langkah maju penting. Ini menunjukkan pengakuan bahwa perdagangan bebas tidak bisa berdiri sendiri tanpa mempertimbangkan dimensi sosial dan lingkungan. Perjanjian ini setidaknya membuka jalan bagi PTB modern untuk memasukkan klausul-klausul yang lebih komprehensif terkait isu-isu non-perdagangan.
Dampak Kunci NAFTA: Sebuah Pedang Bermata Dua
Dampak NAFTA telah menjadi subjek penelitian dan perdebatan selama puluhan tahun. Sulit untuk memisahkan dampak NAFTA murni dari faktor-faktor ekonomi lainnya, namun beberapa tren kunci dapat diidentifikasi.
Dampak Ekonomi:
- Peningkatan Perdagangan Regional: Volume perdagangan barang di antara ketiga negara anggota NAFTA meningkat tajam, lebih dari tiga kali lipat dari sekitar $290 miliar pada tahun 1993 menjadi lebih dari $1,2 triliun pada tahun 2019. Ini menunjukkan integrasi ekonomi yang lebih dalam.
- Investasi Asing Langsung (FDI): Meksiko menjadi penerima FDI yang signifikan, terutama dari AS, yang mendorong pertumbuhan industri manufaktur berorientasi ekspor. Nilai investasi AS di Meksiko melonjak lebih dari 600% antara tahun 1993 dan 2018.
- Efisiensi Rantai Pasok: NAFTA sangat mendorong pembentukan rantai pasok regional yang sangat efisien, terutama di sektor otomotif. Komponen dapat dengan mudah melintasi perbatasan beberapa kali sebelum produk akhir selesai, mengurangi biaya produksi dan meningkatkan daya saing.
- Dampak pada Pekerjaan: Ini adalah area yang paling kontroversial.
- AS & Kanada: Ada bukti kehilangan pekerjaan di sektor-sektor tertentu, seperti manufaktur tekstil dan pakaian jadi, yang bergeser ke Meksiko karena biaya tenaga kerja yang lebih rendah. Namun, ekonomi secara keseluruhan juga menciptakan jutaan pekerjaan baru di sektor jasa, teknologi tinggi, dan pekerjaan yang terkait dengan ekspor. Studi menemukan bahwa kerugian bersih pekerjaan manufaktur di AS akibat NAFTA mungkin sekitar 700.000, relatif kecil dibandingkan total angkatan kerja AS.
- Meksiko: Terjadi penciptaan pekerjaan besar-besaran di sektor manufaktur berorientasi ekspor (maquiladoras). Namun, pertumbuhan upah di Meksiko cenderung stagnan, dan kesenjangan pendapatan tetap tinggi. Banyak petani kecil di Meksiko juga kesulitan bersaing dengan produk pertanian AS yang disubsidi, mendorong migrasi internal atau ke AS.
- Harga Konsumen: Konsumen di ketiga negara mendapatkan manfaat dari harga produk impor yang lebih murah dan pilihan barang yang lebih luas akibat persaingan yang meningkat.
Dampak Sosial:
- Migrasi: Pergeseran ekonomi yang dipicu NAFTA, baik karena peluang kerja di sektor ekspor maupun desakan ekonomi di sektor pertanian tradisional Meksiko, memengaruhi pola migrasi. Terjadi peningkatan migrasi dari pedesaan Meksiko ke daerah perkotaan industri, dan juga peningkatan migrasi ke AS.
- Perubahan Struktur Pertanian: NAFTA membuka pasar Meksiko untuk produk pertanian AS yang disubsidi, terutama jagung. Ini memberikan tekanan besar pada petani jagung kecil di Meksiko, yang sulit bersaing dengan skala dan efisiensi produksi AS.
- Pengaruh Budaya: Peningkatan interaksi ekonomi juga membawa peningkatan pertukaran budaya, baik melalui media, pendidikan, maupun mobilitas penduduk.
Dampak Lingkungan:
- Meskipun ada NAEC, kekhawatiran tentang "zona industri" di sepanjang perbatasan AS-Meksiko yang mengalami peningkatan polusi tetap ada. Penegakan standar lingkungan di Meksiko sering dikritik lemah.
- Namun, NAEC juga mendorong peningkatan kapasitas lingkungan di Meksiko dan memfasilitasi kerja sama lintas batas dalam mengatasi masalah polusi. Tantangan utama, dari kacamata saya, adalah bagaimana menyeimbangkan dorongan pertumbuhan ekonomi dengan kebutuhan mendesak akan perlindungan lingkungan yang berkelanjutan.
Dari NAFTA Menuju USMCA: Evolusi Perjanjian Perdagangan
Setelah seperempat abad beroperasi, NAFTA mulai menunjukkan tanda-tanda penuaan. Perjanjian ini, yang dirancang di era pra-internet, tidak sepenuhnya relevan dengan realitas ekonomi digital modern. Namun, dorongan utama untuk perombakannya datang dari arena politik, terutama di Amerika Serikat.
Mengapa NAFTA Diperbarui?
- Tekanan Politik di AS: Administrasi Donald Trump, yang berkuasa pada tahun 2017, secara vokal mengkritik NAFTA sebagai "kesepakatan terburuk dalam sejarah" yang menyebabkan kerugian pekerjaan di AS dan defisit perdagangan. Ancaman untuk menarik diri dari perjanjian menjadi katalis untuk negosiasi ulang.
- Perubahan Lanskap Ekonomi Global: Dunia telah berubah drastis sejak 1994. Perdagangan digital, layanan, dan isu-isu seperti perlindungan data menjadi semakin penting. NAFTA tidak memiliki ketentuan yang memadai untuk mengatur area-area baru ini.
- Perdebatan mengenai Fairness dan Dampak: Meskipun data menunjukkan NAFTA secara keseluruhan menguntungkan ekonomi AS, narasi tentang pekerjaan yang hilang dan ketidakadilan perdagangan tetap kuat di sebagian besar segmen masyarakat AS.
Perubahan Utama dalam USMCA/CUSMA/TMEC:
Setelah negosiasi yang sengit, kesepakatan baru—United States-Mexico-Canada Agreement (USMCA)—ditandatangani pada tahun 2018 dan berlaku pada Juli 2020. Di Kanada dikenal sebagai CUSMA (Canada-United States-Mexico Agreement) dan di Meksiko sebagai TMEC (Tratado México-Estados Unidos-Canadá). Perubahan utamanya meliputi:
- Aturan Asal Otomotif yang Lebih Ketat: USMCA meningkatkan ambang batas konten regional dari 62,5% menjadi 75% untuk mobil dan truk ringan. Selain itu, 40-45% dari komponen mobil harus dibuat oleh pekerja yang menerima upah minimal $16 per jam, sebuah klausul yang dirancang untuk menjaga pekerjaan manufaktur di AS dan Kanada.
- Perlindungan Kekayaan Intelektual yang Ditingkatkan: USMCA memperbarui dan memperluas ketentuan IP, khususnya untuk biologi, farmasi, dan layanan digital, dengan durasi perlindungan yang lebih lama.
- Ketentuan Perdagangan Digital: Ini adalah bab baru yang komprehensif, menangani isu-isu seperti aliran data lintas batas, larangan lokalisasi data, dan perlindungan privasi. Ini adalah respons terhadap pertumbuhan pesat ekonomi digital.
- Pasal "Sunset Clause": USMCA mencakup klausul yang mensyaratkan tinjauan perjanjian setiap enam tahun, dengan masa berlaku perjanjian 16 tahun. Ini memungkinkan perjanjian untuk diperbarui dan disesuaikan secara berkala.
- Ketentuan Tenaga Kerja yang Lebih Kuat: Ini adalah salah satu area reformasi paling signifikan. USMCA mencakup ketentuan yang lebih kuat tentang hak-hak buruh dan standar kerja, dengan mekanisme penegakan yang lebih agresif, terutama di Meksiko, untuk memastikan pekerja dapat berserikat dan bernegosiasi secara kolektif.
Implikasi dari transisi ini adalah jelas: perjanjian perdagangan modern harus beradaptasi dengan realitas ekonomi baru dan tekanan politik domestik. USMCA, dengan penekanannya pada masalah tenaga kerja dan digital, mencerminkan evolusi pemikiran tentang apa yang harus disertakan dalam PTB yang komprehensif.
Refleksi Pribadi: Pelajaran dari Eksperimen NAFTA
Sebagai seorang pengamat, pengalaman NAFTA mengajarkan beberapa pelajaran penting yang relevan untuk perjanjian perdagangan di masa depan:
- Kompleksitas Perdagangan Bebas Adalah Nyata: NAFTA menunjukkan bahwa perjanjian perdagangan bebas bukanlah solusi ajaib yang hanya membawa keuntungan. Selalu ada trade-off, dan dampaknya dapat bervariasi secara signifikan antar sektor, wilayah, dan kelompok sosial. Ia adalah alat, bukan panasea.
- Pentingnya Klausul Sosial dan Lingkungan: Pengalaman NAFTA dengan perjanjian sampingan (NAALC dan NAEC), meskipun terbatas, menegaskan bahwa perdagangan bebas tidak bisa dipisahkan dari isu-isu tenaga kerja dan lingkungan. Perjanjian modern harus lebih holistik, memasukkan ketentuan yang kuat dan dapat ditegakkan untuk melindungi hak-hak pekerja dan lingkungan.
- Dinamika Politik Domestik Sangat Memengaruhi Perjanjian Internasional: Kritisisme NAFTA di AS, yang pada akhirnya menyebabkan negosiasi ulang, menunjukkan bahwa dukungan publik dan politik domestik sangat penting untuk kelangsungan perjanjian perdagangan jangka panjang. Narasi dan persepsi seringkali sama pentingnya dengan data ekonomi murni.
- Resiliensi Ekonomi Kawasan: Terlepas dari kontroversi dan perombakan, integrasi ekonomi Amerika Utara tetap kuat. Ini menunjukkan bahwa fondasi yang diletakkan oleh NAFTA telah menciptakan keterkaitan yang dalam dan sulit diputus, sebuah bukti nyata akan keuntungan efisiensi yang ditawarkannya.
- Pentingnya Adaptasi dan Inovasi: Ekonomi global terus berubah. NAFTA, yang lahir di era yang berbeda, perlu beradaptasi. USMCA menunjukkan pentingnya perjanjian perdagangan untuk terus berinovasi dan memasukkan isu-isu baru seperti perdagangan digital, bukan hanya fokus pada tarif tradisional.
Total perdagangan barang dan jasa di antara tiga negara anggota NAFTA meningkat dari sekitar $290 miliar pada tahun 1993 menjadi lebih dari $1,2 triliun pada tahun 2019 (sebelum pandemi COVID-19). Angka ini mencerminkan peningkatan integrasi ekonomi yang masif di kawasan tersebut.
Meksiko menjadi eksportir manufaktur terbesar ke-7 di dunia pada tahun 2018, sebuah pencapaian yang sebagian besar didorong oleh integrasi mendalamnya dengan rantai pasok Amerika Utara, terutama di sektor otomotif dan elektronik.
Pada puncaknya, rantai pasok otomotif NAFTA diperkirakan mendukung lebih dari 16 juta pekerjaan di ketiga negara, menyoroti ketergantungan yang kuat antar negara dalam industri kunci ini.
Meskipun ada kekhawatiran yang luas mengenai kehilangan pekerjaan di AS, sebuah studi oleh Peterson Institute for International Economics (PIIE) menemukan bahwa NAFTA memberikan kenaikan pendapatan bersih rata-rata 0,5% hingga 1% bagi rumah tangga AS dari harga yang lebih rendah dan efisiensi yang lebih tinggi. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada biaya penyesuaian, manfaat ekonomi secara keseluruhan juga signifikan.
Nilai investasi AS di Meksiko melonjak lebih dari 600% antara tahun 1993 dan 2018, menunjukkan kepercayaan investor AS terhadap lingkungan bisnis yang distabilkan oleh perjanjian perdagangan tersebut.
Pertanyaan Kunci yang Sering Diajukan (Q&A):
-
Apa perbedaan mendasar antara NAFTA dan USMCA?
USMCA, penerus NAFTA, mencakup ketentuan yang lebih ketat mengenai aturan asal (terutama di sektor otomotif dengan persyaratan upah), bab baru tentang perdagangan digital, perlindungan kekayaan intelektual yang diperluas, serta mekanisme penegakan yang lebih kuat untuk standar tenaga kerja dan lingkungan. Ia juga memiliki "sunset clause" yang memungkinkan peninjauan berkala.
-
Bagaimana NAFTA memengaruhi sektor pertanian di Meksiko?
NAFTA secara signifikan membuka pasar Meksiko untuk produk pertanian AS yang disubsidi, terutama jagung. Ini menyebabkan penurunan harga domestik di Meksiko dan memberikan tekanan besar pada petani jagung kecil Meksiko, menyebabkan banyak dari mereka meninggalkan pertanian dan mencari pekerjaan di sektor lain atau bermigrasi.
-
Apakah NAFTA benar-benar menyebabkan kehilangan pekerjaan besar-besaran di AS?
Meskipun NAFTA memang menyebabkan relokasi pekerjaan manufaktur tertentu, terutama di sektor tekstil dan pakaian jadi, ke Meksiko, dan studi memperkirakan ratusan ribu pekerjaan manufaktur hilang, dampak bersih pada total lapangan kerja AS secara keseluruhan lebih kecil. Banyak pekerjaan baru tercipta di sektor lain yang diuntungkan oleh perdagangan yang diperluas, seperti layanan, teknologi tinggi, dan ekspor.
-
Bagaimana mekanisme penyelesaian sengketa NAFTA bekerja?
NAFTA memiliki beberapa mekanisme penyelesaian sengketa: Bab 19 untuk sengketa anti-dumping dan countervailing duties, Bab 20 untuk sengketa antar pemerintah mengenai interpretasi atau penerapan perjanjian secara umum, dan Bab 11 yang memungkinkan investor menuntut pemerintah jika hak investasi mereka dilanggar. Mekanisme ini dirancang untuk menyediakan forum yang independen dari pengadilan domestik.
-
Apa pelajaran terbesar yang bisa diambil dari pengalaman NAFTA untuk perjanjian perdagangan di masa depan?
Pelajaran terbesarnya adalah bahwa perjanjian perdagangan bebas perlu bersifat adaptif, komprehensif, dan inklusif. Mereka harus mempertimbangkan tidak hanya tarif, tetapi juga isu-isu non-perdagangan seperti tenaga kerja, lingkungan, dan teknologi digital. Selain itu, dukungan politik dan publik domestik sangat penting untuk keberlanjutan dan keberhasilan jangka panjang suatu perjanjian.
Pernyataan Cetak Ulang: Artikel dan hak cipta yang dipublikasikan di situs ini adalah milik penulis aslinya. Harap sebutkan sumber artikel saat mencetak ulang dari situs ini!
Tautan artikel ini:https://cxynani.com/Investasi/6596.html