Bagaimana Menjadi Pedagang Keliling Sukses dengan Modal Minim dan Keuntungan Maksimal?
Sebagai seorang blogger yang telah mengikuti perkembangan UMKM dan ekonomi kerakyatan, saya sering sekali terinspirasi oleh semangat pantang menyerah para pedagang keliling. Mereka adalah tulang punggung perekonomian kita, menghidupkan denyut nadi pasar, dan membuktikan bahwa keberanian serta strategi yang tepat bisa mengalahkan keterbatasan modal. Mungkin Anda sedang berpikir untuk memulai usaha, tapi terhambat oleh kekhawatiran modal yang minim. Izinkan saya berbagi panduan komprehensif, berdasarkan pengamatan dan pengalaman saya, tentang bagaimana Anda bisa menjadi pedagang keliling yang sukses, bahkan dengan modal seadanya, dan meraih keuntungan yang maksimal.
Berdagang keliling bukan sekadar menjual barang dari satu tempat ke tempat lain. Ini adalah seni membaca pasar, membangun hubungan, dan mengelola sumber daya dengan efisien. Lebih dari itu, ini adalah sekolah kehidupan yang mengajarkan kita tentang ketekunan, adaptasi, dan resiliensi. Saya percaya, dengan pola pikir yang benar dan strategi yang terencana, siapapun bisa menorehkan kisah sukses mereka sendiri di jalanan kota atau desa.
Pondasi Awal: Mentalitas dan Produk yang Tepat
Sebelum melangkah lebih jauh, mari kita perbaiki dulu fondasinya. Kesuksesan dalam berdagang, terutama dengan modal terbatas, sangat bergantung pada mentalitas dan pilihan produk Anda.


Mentalitas Seorang Pedagang Sejati
Ini adalah kunci pertama dan terpenting. Tanpa mentalitas yang kuat, bahkan modal sebesar apapun tidak akan menjamin kesuksesan.
- Ketahanan dan Kesabaran adalah Kunci: Dunia berdagang itu penuh dinamika. Ada hari-hari yang ramai, ada pula yang sepi. Cuaca bisa jadi penghalang, atau persaingan tiba-tiba memanas. Seorang pedagang sukses tidak mudah menyerah. Mereka melihat tantangan sebagai kesempatan untuk belajar dan beradaptasi, bukan alasan untuk berhenti. Kesabaran diperlukan dalam membangun pelanggan dan reputasi.
- Kreativitas dan Adaptasi Tiada Henti: Pasar selalu berubah. Apa yang laku hari ini, belum tentu laku besok. Pedagang keliling harus punya daya cipta untuk berinovasi – baik dalam produk, cara penyajian, maupun teknik berjualan. Kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan selera pasar, kondisi cuaca, atau bahkan peraturan lokal adalah aset tak ternilai.
- Fokus pada Nilai, Bukan Sekadar Harga: Orang membeli bukan hanya karena harga murah, tapi karena nilai yang mereka dapatkan. Baik itu kenyamanan, kualitas, keunikan, atau pengalaman berbelanja yang menyenangkan. Ciptakan nilai tambah pada produk atau layanan Anda. Ini bisa berupa senyum ramah, tips penggunaan produk, atau bahkan kemasan yang menarik.
Memilih Produk yang Tepat dengan Cerdas
Ini adalah langkah krusial yang menentukan seberapa cepat modal Anda berputar dan keuntungan yang bisa Anda raih.
- Analisis Pasar Lokal dan Kebutuhan Konsumen: Jangan hanya menjual apa yang Anda suka, tapi jualah apa yang dibutuhkan atau diinginkan oleh target pasar Anda. Amati lingkungan sekitar:
- Apa yang sering dicari orang tapi sulit ditemukan?
- Adakah celah pasar yang belum terisi?
- Produk apa yang bisa mengatasi masalah sehari-hari mereka?
- Produk apa yang memiliki permintaan konsisten?
- Contoh: Di area perkantoran, mungkin minuman segar atau makanan ringan siap santap sangat diminati. Di dekat sekolah, jajanan anak-anak adalah primadona.
- Keunikan dan Diferensiasi: Berbeda Itu Baik: Di tengah lautan pedagang lain, mengapa orang harus membeli dari Anda? Inilah pentingnya keunikan.
- Apakah produk Anda punya resep rahasia?
- Penyajian yang istimewa?
- Layanan yang lebih personal?
- Atau kombinasi produk yang tidak biasa?
- Pikirkan bagaimana Anda bisa membuat produk Anda "berbeda" dan "lebih baik" di mata pelanggan. Keunikan tidak harus mahal, bisa jadi dari senyuman termanis Anda.
- Prioritaskan Produk dengan Margin Keuntungan Tinggi: Dengan modal minim, Anda harus memastikan setiap rupiah yang keluar bisa menghasilkan lebih banyak.
- Fokus pada produk yang biaya produksinya rendah tapi nilai jualnya tinggi.
- Contoh: Minuman kemasan sendiri, jajanan tradisional, atau kerajinan tangan sederhana seringkali memiliki margin yang menarik.
- Lakukan riset harga bahan baku dan harga jual di pasaran agar Anda tahu potensi keuntungan per unit.
Strategi Modal Minim: Mengawali dari Nol
Ini adalah bagian yang paling banyak ditunggu. Bagaimana memulainya tanpa banyak uang?
- Mulai dari Skala Paling Kecil: Jangan pernah berpikir harus langsung besar. Mulai dari apa yang Anda punya. Jika Anda punya uang Rp 50.000, mulailah dengan Rp 50.000 itu.
- Bisa jadi hanya dengan membuat 10 porsi makanan saja dulu, atau 5 botol minuman.
- Fokus pada penjualan sedikit demi sedikit, dan putar keuntungan untuk menambah stok.
- Konsep "bertahap tapi pasti" ini mengurangi risiko dan memungkinkan Anda belajar sambil berjalan.
- Manfaatkan Bahan Baku Murah dan Musiman: Pilihan bahan baku sangat mempengaruhi biaya produksi.
- Cari supplier langsung dari petani atau pasar induk untuk mendapatkan harga terbaik.
- Manfaatkan bahan baku musiman yang harganya lebih murah dan mudah didapat.
- Contoh: Jika musim mangga, buatlah minuman atau jajanan berbasis mangga.
- Jaga kualitas, meskipun harganya murah.
- Peralatan Sederhana dan Efisien: Anda tidak perlu langsung punya gerobak mewah atau mesin canggih.
- Gunakan peralatan yang sudah ada di rumah, atau beli yang bekas tapi masih layak pakai.
- Gerobak dorong sederhana, meja lipat, atau bahkan hanya wadah jinjing yang rapi sudah cukup untuk memulai.
- Prioritaskan fungsionalitas dan kebersihan daripada penampilan yang mahal di awal.
Strategi Pemasaran dan Penjualan Efektif di Lapangan
Setelah pondasi kuat, kini saatnya beraksi. Bagaimana memastikan produk Anda laku dan menjangkau lebih banyak pelanggan?
Memilih Lokasi yang Strategis
Lokasi adalah segalanya bagi pedagang keliling.
- Keramaian dan Target Pasar: Ini bukan hanya tentang tempat yang ramai, tapi tempat yang ramai oleh target pasar Anda.
- Jika menjual kopi, carilah lokasi dekat kantor atau kampus.
- Jika jajanan anak, dekat sekolah atau taman bermain.
- Amati pola lalu lalang orang: kapan mereka lewat, kemana tujuan mereka, dan apa yang mungkin mereka butuhkan saat itu.
- Lokasi yang dilewati banyak orang dengan waktu luang atau sedang menunggu adalah surga bagi pedagang keliling.
- Izin dan Regulasi Lokal: Ini sering diabaikan. Pahami aturan main di daerah Anda.
- Apakah ada zona larangan berdagang?
- Apakah perlu izin tertentu dari RT/RW atau kelurahan?
- Membangun hubungan baik dengan aparat setempat dan warga bisa sangat membantu kelancaran usaha Anda. Jangan sampai usaha Anda terhenti karena masalah izin.
- Fleksibilitas Lokasi (Jika Memungkinkan): Salah satu keunggulan pedagang keliling adalah mobilitas.
- Jangan terpaku pada satu lokasi jika tidak menghasilkan.
- Coba beberapa titik berbeda di hari atau jam yang berbeda.
- Analisis data penjualan dari setiap lokasi untuk menemukan titik paling potensial. Ini butuh sedikit eksperimen di awal.
Teknik Penjualan Personal (Street Selling) yang Memukau
Anda adalah duta produk Anda. Cara Anda berinteraksi bisa sangat mempengaruhi keputusan pembelian.
- Sapaan Ramah dan Percaya Diri: Senyum dan sapaan adalah modal utama yang tak berharga.
- Kontak mata, senyum tulus, dan sapaan hangat ("Selamat pagi/siang, Pak/Bu, mau coba kue ini?") menciptakan kesan pertama yang positif.
- Tunjukkan kepercayaan diri pada produk Anda. Jika Anda sendiri ragu, bagaimana pelanggan akan yakin?
- Jangan takut untuk sedikit "menarik perhatian" dengan cara yang sopan dan tidak mengganggu.
- Menawarkan Sampel atau Demonstrasi: "Mencoba adalah membeli." Ini adalah teknik klasik yang sangat efektif.
- Jika Anda menjual makanan atau minuman, tawarkan sedikit sampel gratis. Rasa yang enak akan berbicara lebih keras dari seribu kata.
- Jika produk lain, demonstrasikan cara penggunaannya atau manfaatnya secara singkat.
- Buat pelanggan merasakan langsung nilai dari produk Anda.
- Membangun Hubungan, Bukan Hanya Transaksi: Pelanggan setia adalah aset terbesar.
- Ingat nama pelanggan yang sering membeli, atau preferensi mereka.
- Berikan sedikit obrolan ringan yang relevan dan personal.
- Ucapkan terima kasih dengan tulus.
- Jadikan pengalaman berbelanja di tempat Anda menyenangkan dan berkesan. Mereka akan kembali, dan bahkan merekomendasikan Anda kepada teman-teman mereka. Ini adalah bentuk pemasaran gratis yang paling efektif.
Pemasaran Digital untuk Pedagang Keliling: Kekuatan Jari dan Layar
Jangan kira pedagang keliling tidak bisa memanfaatkan teknologi. Justru ini adalah cara efektif untuk memperluas jangkauan tanpa biaya besar.
- Manfaatkan Media Sosial Lokal: Buat akun khusus untuk usaha Anda di platform seperti Facebook atau Instagram.
- Fokus pada grup-grup komunitas lokal (grup jual beli daerah, informasi lingkungan).
- Posting foto produk yang menarik dan informatif (harga, lokasi jualan hari ini, jam operasional).
- Gunakan hashtag lokal yang relevan agar mudah ditemukan.
- Ajak pelanggan untuk men-tag Anda saat mereka mengunggah foto produk Anda.
- WhatsApp Business: Layanan Pelanggan di Genggaman: Aplikasi ini wajib punya.
- Gunakan fitur katalog untuk menampilkan produk Anda.
- Buat pesan otomatis untuk menyapa pelanggan.
- Berikan nomor WhatsApp Anda kepada setiap pelanggan agar mereka bisa bertanya atau memesan terlebih dahulu.
- Sebarkan informasi lokasi harian atau menu spesial melalui status WhatsApp. Ini sangat efektif untuk pelanggan setia.
- Program Loyalitas Sederhana: Tidak perlu kartu member canggih.
- Contoh: "Beli 10 dapat 1 gratis," atau "Diskon khusus untuk pembelian ke-5."
- Catat secara manual atau buat sistem stempel sederhana.
- Ini membuat pelanggan merasa dihargai dan mendorong mereka untuk kembali.
Mengelola Keuangan dan Operasional untuk Keuntungan Maksimal
Sukses bukan hanya tentang menjual banyak, tapi juga tentang mengelola dengan baik.
Pencatatan Keuangan yang Rapi: Kunci Keberlangsungan Usaha
Banyak pedagang kecil mengabaikan ini, padahal ini krusial.
- Pisahkan Modal Pribadi dan Modal Usaha: Ini aturan emas. Jangan pernah mencampuradukkan uang pribadi dengan uang usaha.
- Tentukan gaji atau uang saku Anda sendiri dari keuntungan usaha, dan sisanya biarkan berputar untuk bisnis.
- Ini membantu Anda melihat performa bisnis secara objektif.
- Catat Setiap Transaksi, Sekecil Apapun: Ini mungkin terdengar merepotkan, tapi sangat penting.
- Gunakan buku kas sederhana, atau aplikasi keuangan di ponsel.
- Catat pemasukan (penjualan) dan pengeluaran (bahan baku, transportasi, kebersihan, dll.) setiap hari.
- Dari catatan ini, Anda bisa melihat arus kas, mengidentifikasi kebocoran, dan merencanakan pembelian selanjutnya.
- Analisis Keuntungan Harian/Mingguan: Dengan catatan yang rapi, Anda bisa menghitung keuntungan kotor dan bersih secara berkala.
- Identifikasi produk mana yang paling menguntungkan dan mana yang kurang laku.
- Ini membantu Anda mengambil keputusan strategis tentang stok, harga, atau promosi.
Pengelolaan Stok dan Bahan Baku: Efisiensi Adalah Keuntungan
Meminimalkan pemborosan adalah cara langsung untuk meningkatkan profit.
- Minimalkan Pemborosan (Waste): Ini adalah salah satu penyebab terbesar kerugian.
- Hitung kebutuhan bahan baku dengan cermat berdasarkan proyeksi penjualan.
- Jangan membeli terlalu banyak bahan yang mudah busuk atau rusak.
- Jika ada sisa bahan baku yang masih layak, inovasikan menjadi produk lain atau gunakan untuk sampel.
- Negosiasi dengan Supplier: Jangan malu menawar!
- Bangun hubungan baik dengan supplier Anda.
- Tanyakan kemungkinan diskon untuk pembelian dalam jumlah tertentu, atau harga khusus bagi pelanggan setia.
- Cari beberapa alternatif supplier untuk membandingkan harga dan kualitas.
- Rotasi Stok (FIFO - First In, First Out): Ini penting untuk produk makanan atau yang memiliki masa kedaluwarsa.
- Jual barang yang masuk lebih dulu, atau yang akan kedaluwarsa lebih cepat, terlebih dahulu.
- Ini mencegah kerugian akibat barang rusak atau tidak layak jual.
Inovasi dan Diversifikasi Produk: Tetap Relevan dan Menarik
Pasar tidak akan menunggu Anda. Anda harus terus bergerak.
- Dengarkan Saran dan Keluhan Pelanggan: Mereka adalah sumber informasi terbaik Anda.
- Tanyakan apa yang mereka inginkan, atau apa yang bisa diperbaiki dari produk Anda.
- Setiap keluhan adalah peluang untuk meningkatkan kualitas dan layanan.
- Contoh: Jika banyak yang minta varian pedas, coba buat. Jika kemasan kurang praktis, perbaiki.
- Coba Produk Baru Secara Berkala (Skala Kecil): Jangan takut bereksperimen.
- Perkenalkan satu atau dua produk baru dalam jumlah kecil.
- Lihat respons pasar. Jika laku, lanjutkan. Jika tidak, jangan paksakan.
- Ini membuat penawaran Anda selalu segar dan menarik.
- Tambahkan Layanan Pelengkap: Ini bisa meningkatkan daya tarik dan potensi pendapatan.
- Contoh: Untuk pedagang makanan, mungkin sediakan minuman. Untuk pedagang kerajinan, tawarkan jasa bungkus kado.
- Pikirkan apa lagi yang bisa Anda berikan yang relevan dengan produk utama Anda dan dibutuhkan pelanggan.
Tantangan dan Solusi: Menghadapi Badai dengan Bijak
Perjalanan seorang pedagang keliling tidak selalu mulus. Akan ada tantangan, tapi selalu ada solusinya.
Menghadapi Persaingan yang Ketat
Pasar selalu dinamis, dan persaingan adalah bagian darinya.
- Diferensiasi Harga dan Kualitas: Anda tidak harus selalu jadi yang termurah, tapi jadilah yang terbaik dalam kategori harga Anda.
- Jika produk Anda lebih mahal, pastikan kualitasnya juga jauh lebih baik atau ada nilai tambah yang jelas.
- Jika Anda bersaing harga, pastikan Anda masih mendapatkan margin yang cukup dan kualitas tetap terjaga.
- Fokus pada nilai yang Anda berikan kepada pelanggan.
- Layanan Pelanggan Unggul: Ini adalah pembeda terbesar yang sering diabaikan.
- Pelayanan ramah, cepat, dan responsif bisa membuat pelanggan lebih memilih Anda meskipun ada pilihan lain.
- Ingat kembali teknik membangun hubungan.
- Perlakukan setiap pelanggan seperti raja.
- Jaringan dan Komunitas Pedagang: Jangan melihat sesama pedagang sebagai musuh.
- Bangun jaringan dengan pedagang lain di sekitar Anda.
- Anda bisa saling berbagi informasi, membantu satu sama lain, atau bahkan berkolaborasi untuk acara tertentu.
- Ada kekuatan dalam kebersamaan.
Mengatasi Cuaca dan Kondisi Tidak Terduga
Cuaca buruk atau kejadian tak terduga bisa sangat memengaruhi penjualan.
- Rencana B (Plan B): Selalu siapkan alternatif.
- Jika hujan, apakah Anda punya payung besar, tenda sederhana, atau lokasi alternatif yang terlindung?
- Pertimbangkan opsi pre-order atau delivery sederhana jika kondisi tidak memungkinkan berjualan di lokasi biasa.
- Berjualan online melalui media sosial juga bisa menjadi Plan B yang bagus.
- Kesehatan dan Keselamatan: Jangan lupakan diri sendiri.
- Jaga kesehatan agar tetap fit untuk berjualan.
- Perhatikan kebersihan produk dan diri Anda.
- Siapkan alat pelindung sederhana seperti topi atau jaket jika cuaca ekstrem.
Legalitas dan Perizinan: Berdagang dengan Tenang
Mematuhi aturan akan menghindarkan Anda dari masalah di kemudian hari.
- Pahami Aturan Lokal: Setiap daerah mungkin punya kebijakan berbeda untuk pedagang keliling.
- Cari tahu ke RT/RW, kelurahan, atau dinas terkait tentang apa saja yang perlu Anda penuhi.
- Lebih baik bertanya di awal daripada terkena sanksi.
- Jalin Hubungan Baik dengan Warga Sekitar: Ini sangat penting.
- Jika Anda berdagang di pemukiman, jangan sampai mengganggu akses atau kenyamanan warga.
- Jaga kebersihan lingkungan sekitar tempat Anda berjualan.
- Tunjukkan sikap yang baik dan saling menghormati. Warga yang mendukung akan menjadi sekutu terbaik Anda.
Menjadi pedagang keliling sukses dengan modal minim bukanlah sekadar mimpi, melainkan sebuah realita yang bisa diwujudkan oleh siapa saja yang memiliki tekad kuat, kreativitas tak terbatas, dan kemauan untuk terus belajar. Ini adalah tentang memahami bahwa keterbatasan modal adalah pemicu inovasi, bukan penghalang. Keuntungan maksimal tidak selalu datang dari omzet besar saja, tapi juga dari efisiensi pengelolaan, kepuasan pelanggan, dan kemampuan untuk beradaptasi di setiap situasi. Pedagang keliling adalah tulang punggung nyata ekonomi rakyat, agen perubahan yang membuktikan bahwa dengan semangat juang, setiap jalan bisa menjadi ladang rezeki. Jadilah bagian dari mereka yang tidak hanya mencari nafkah, tapi juga menginspirasi.
Pertanyaan & Jawaban Seputar Pedagang Keliling Sukses
Q: Minim modal itu batasannya berapa? Apakah saya bisa mulai hanya dengan 100 ribu rupiah?
A: Batasan modal minim itu relatif, namun secara umum, ini berarti Anda memulai dengan dana yang sangat terbatas, di bawah 1 juta rupiah, bahkan seringkali hanya ratusan ribu rupiah. Ya, Anda sangat bisa memulai dengan 100 ribu rupiah! Fokuslah pada produk yang bahan bakunya murah dan mudah didapat, seperti aneka gorengan, minuman es sederhana, atau jajanan tradisional. Prioritaskan modal untuk bahan baku utama dan sisanya untuk kemasan atau alat bantu paling dasar. Putar modal secepat mungkin agar keuntungan bisa langsung menambah stok atau varian produk Anda.
Q: Bagaimana jika produk saya sama persis dengan pedagang lain di sekitar saya? Apa yang harus saya lakukan?
A: Ini tantangan umum. Kuncinya adalah diferensiasi dan keunggulan pelayanan.
* Diferensiasi: Meskipun produknya sama, Anda bisa membedakan dari:
* Rasa: Coba berikan sentuhan khas pada resep Anda.
* Penyajian: Kemasan yang lebih menarik, bersih, atau praktis.
* Porsi: Beri porsi yang sedikit lebih banyak atau lebih pas dengan harga.
* Kualitas Bahan Baku: Pastikan bahan baku Anda selalu segar dan terbaik.
* Pelayanan: Ini adalah pembeda paling kuat. Senyum, sapa, dan keramahan Anda bisa jadi magnet. Ingat nama pelanggan, berikan rekomendasi personal, atau tawarkan sedikit 'bonus' kecil. Pelanggan akan memilih Anda karena pengalaman berbelanja yang lebih menyenangkan.
Q: Apakah promosi di media sosial efektif untuk pedagang keliling yang lokasinya sering berpindah?
A: Sangat efektif, bahkan wajib! Meskipun Anda sering berpindah, media sosial bisa jadi alat komunikasi utama.
* Manfaatkan fitur "story" atau "status" di Instagram/Facebook/WhatsApp untuk menginformasikan lokasi Anda hari itu, atau menu spesial.
* Gunakan fitur live location agar pelanggan bisa menemukan Anda dengan mudah.
* Ajak pelanggan untuk follow akun Anda dan nyalakan notifikasi.
* Fokus pada grup-grup komunitas lokal di Facebook atau WhatsApp, di mana informasi cepat tersebar.
* Dengan begitu, pelanggan tahu di mana Anda berada dan kapan. Ini memperkuat loyalitas dan jangkauan Anda.
Q: Bagaimana cara menentukan harga jual yang pas agar tidak terlalu mahal tapi juga untung maksimal?
A: Menentukan harga jual adalah keseimbangan antara biaya produksi, harga pasar, dan nilai yang Anda tawarkan.
* Hitung HPP (Harga Pokok Penjualan): Total biaya bahan baku per unit + biaya operasional per unit (gas, transportasi, kemasan). Ini adalah harga dasar Anda.
* Survei Harga Pasar: Cari tahu berapa harga jual produk serupa di pasaran atau dari kompetitor. Anda tidak ingin terlalu jauh di atas atau di bawah.
* Tentukan Margin Keuntungan yang Diinginkan: Berapa persen keuntungan yang ingin Anda ambil dari setiap unit produk? Idealnya antara 30% hingga 100% atau lebih, tergantung jenis produk.
* Pertimbangkan Nilai Tambah: Jika Anda punya keunikan atau layanan ekstra, Anda bisa menetapkan harga sedikit lebih tinggi.
* Uji Coba dan Sesuaikan: Mulai dengan harga yang Anda rasa pas, amati respons pasar. Jika banyak yang komplain mahal, coba turunkan sedikit. Jika laku keras, mungkin bisa dinaikkan sedikit.
Q: Apa yang harus dilakukan jika penjualan sedang lesu atau sepi pembeli?
A: Penjualan lesu adalah hal biasa. Jangan panik, tapi ambil tindakan.
* Evaluasi Lokasi: Apakah lokasi Anda masih strategis? Coba pindah ke lokasi alternatif atau di jam yang berbeda.
* Analisis Produk: Apakah ada produk yang mulai tidak diminati? Apakah ada produk baru yang bisa ditawarkan? Mungkin saatnya berinovasi atau diversifikasi.
* Cek Harga dan Kualitas: Apakah harga Anda bersaing? Apakah kualitas produk Anda tetap terjaga?
* Tingkatkan Promosi: Gencar lagi di media sosial, tawarkan diskon dadakan, atau program loyalitas. Berikan sampel gratis lebih sering.
* Perbaiki Pelayanan: Senyum lebih lebar, sapa lebih ramah. Terkadang, pelayanan yang baik adalah satu-satunya pembeda.
* Istirahat dan Refleksi: Terkadang, tubuh dan pikiran butuh istirahat. Gunakan waktu sepi untuk merenung, mencari ide baru, atau belajar dari pedagang lain. Kelesuan adalah momen untuk introspeksi dan strategi ulang.
Pernyataan Cetak Ulang: Artikel dan hak cipta yang dipublikasikan di situs ini adalah milik penulis aslinya. Harap sebutkan sumber artikel saat mencetak ulang dari situs ini!
Tautan artikel ini:https://cxynani.com/Investasi/5866.html